PENTINGNYA ANALISIS FUNDAMENTAL DAN PENGELOLAAN RISIKO DALAM INVESTASI SAHAM SYARIAH

Keberadaan pasar modal di Indonesia merupakan salah satu faktor terpenting dalam membangun perekonomian nasional, terbukti telah banyak industri dan perusahaan yang menggunakan institusi pasar modal ini sebagai media untuk menyerap investasi dan media untuk memperkuat posisi keuangannya. Menurut Absari,dkk (2013:1) Pasar modal mempunyai fungsi ekonomi sekaligus fungsi keuangan. Di lihat dari sudut pandang ekonomi, pasar modal berfungsi sebagai salah satu sistem mobilitas dana jangka panjang yang efisien bagi pemerintah. Melalui pasar modal pemerintah dapat mengalokasikan dana masyarakat ke sektor investasi yang produktif. Dilihat dari sudut pandang keuangan, pasar modal berfungsi sebagai salah satu media yang efisien untuk mengalokasikan dana dari pihak-pihak yang mempunyai kelebihan dana yaitu investor dan pihak yang membutuhkan dana yaitu perusahaan.
Perkembangan pasar modal di Indonesia yang pesat merupakan indikator bahwa pasar modal merupakan alternatif sumber dana disamping perbankan, selain itu dengan semakin berkembangnya pasar modal juga menunjukkan bahwa kepercayaan pemodal akan investasi di pasar modal Indonesia cukup baik (Nazwar 2008).
Setiap investor yang melakukan investasi saham memiliki tujuan yang sama, yaitu mendapatkan dividen ataupun Capital Gain , yaitu selisih lebih antara harga investasi saat ini dengan harga investasi di masa lalu. Menurut Tampubolon dan Dolok Saribu (2011:2) Perilaku investasi seperti itu mengindikasikan bahwa mereka membeli saham pada saat harga turun dan menjualnya kembali pada saat harga meningkat.. investor yang melakukan kegiatan semacam ini lebih tepat disebut sebagai spekulator atau day trader .
Menurut Wira (2014:5) Kebanyakan orang yang terjun ke pasar saham tegiur untuk menjadi kaya dengan cepat, karena itu ia cenderung bertindak seperti spekulan, bahkan penjudi. Spekulan hanya “membeli saham” dan menganggap saham sebagai barang dagangan. Ia tidak mau tahu apa isi perut perusahaan yang ia perjualbelikan. Ia hanya membeli saham, dan dalam waktu yang tidak terlalu lama, ia menjualnya lagi diharga yang lebih tinggi dalam jangka pendek, Sedangkan sudut pandang seorang investor yang “membeli bisnis” berbeda (buying a business not share). Menurut Samsul (2006: 160) investor yang sebenarnya adalah yang membeli saham untuk jangka panjang, yaitu untuk disimpan dan dijual setelah beberapa bulan.Tujuan Investasi jangka pendek atau jangka panjang memiliki konsekuesi pada pemilihan analisis yang berbeda. Tujuan investasi jangka pendek lebih tepat menggunakan analisis teknikal sedangkan tujuan analisis investasi jangka panjang lebih tepat menggunakan analisis fundamental.
Salah satu aspek penting dari analisis fumdamental adalah analisis laporan keuangan, karena dari situ dapat diperkirakan keadaan,atau posisi dan arah perusahaan.Menurut Hermuningsih (2012, hal :194-195) bahwa beberapa jenis rasio laporan keuangan yang digunakan sebagai alat analisis keadaan keuangan dan kemampuan perusahaan adalah:Rasio laba terhadap lembar saham beredar (EPS),dividen yield,Price Earning Ratio (P/E), Dividen Payout Ratio (DPR), rasio harga saham terhadap pertumbuhan laba perseroan (PEG ratio), Rasio Harga Perseroan dan Return On Equity (ROE).
Dalam kurun beberapa tahun terakhir ini perkembangan pasar modal syariah menunjukkan kemajuan seiring dengan meningkatnya index yang ditunjukkan dalam Jakarta Islamic Index (JII). Jakarta Islamic Index dimaksudkan untuk digunakan sebagai tolok ukur (benchmark) untuk mengukur kinerja suatu investasi pada saham dengan basis syariah.Berdasarkan data OJK pada tanggal 29 Desember 2014, Jakarta Islamic Index yang terdiri dari 30 saham syariah yang terbaik ditutup pada 685,84 poin atau meingkat sebsar 17,22% dibandingkan pada akhir tahun 2013 sebesar 585,11 poin, sementara itu kapitalisasi pasar untuk saham-saham yang tergabung dalam JII pada 29 Desember 2014 tersebut mengalami peningkatan sebesar 15,42%, jika dibandingkan dengan kapitalisasi pasar saham JII pada akhir tahun 2013 sebesar Rp 1.672.10 triliyun (www.ojk.go.id)
Islam mengajarkan kepada umatnya untuk melakukan aktivitas bisnis, menurut Muhammad (2014:469) investasi sebagai bagian dari aktivitas bisnis adalah suatu aktivitas yang selalu behadapan dengan risiko dan return, dengan demikian, investasi juga akan menghadapi risiko manajemen investasi itu sendiri.
Investor yang akan menanamkan dananya atau melakukan investasi pembelian saham perlu mempertimbangkan berbagai faktor dan informasi yang mempengaruhi harga saham.menurut Fahmi (2012:184) Pembahasan risiko memiliki keterkaitan kuat dengan pembahasan investasi. Setiap keputusan investasi memiliki keterkaitan kuat dengan terjadinya risiko, karena perangkat keputusan investasi tidak selamanya lengkap dan bisa dianggap sempurna, namun disana terdapat berbagai kelemahan yang tidak teranalisis secara baik dan sempurna, oleh sebab itu risiko selalu dijadikan barometer utama untuk dianalisis jika keputusan investasi dilakukan.
Risiko saham secara umum dibedakan menjadi dua, yaitu risiko sistematis (systematic risk) dan risiko tidak sistematis (unsystematic risk). Risiko sistematis merupakan risiko yang tidak dapat dihindari (faktor-faktor makro yang dapat mempengaruhi pasar secara keseluruhan, seperti keadaan ekonomi dan politik), sedangkan risiko tidak sistematis adalah risiko investasi yang dapat dihindari melalui diversifikasi saham dengan membentuk portofolio optimal. Dalam konteks investasi, risiko yang dianggap relevan adalah risiko yang tidak dapat dihilangkan (risiko sistematik) yang dikenal dengan istilah beta. Beta saham individual menunjukkan seberapa besar atau kecil tingkat perubahan return saham. Semakin tinggi beta, semakin tingggi risiko sistematiknya (Tandeilin,2003).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s