SEJARAH ILMU AKUNTANSI SYARIAH

Oleh : Ahmad Sanusi

 

Sejarah lahirnya ilmu akuntansi syariah tidak terlepas dari perkembangan Islam, kewajiban mencatat transaksi non tunai (Lihat QS. Al-Baqarah: 282), mendorong umat islam peduli terhadap pencatatan dan menimbulkan tradisi pencatatan di kalangan umat, dan hal ini merupakan salah satu faktor yang mendorong kerjasama/ partnership waktu itu. Begitu juga dengan kewajiban mengeluarkan zakat mendorong pemerintah membuat laporan pertanggungjawaban periodik terhadap baitul maal yang mereka kelola, begitu juga dengan pengusaha-pengusaha muslim pada waktu itu, mengklasifikasikan hartanya sesuai ketentuan zakat dan membayarkan zakatnya jika telah memenuhi ketentuan nisab dan haul. Rasulullah SAW sendiri pada masa hidupnya juga telah mendidik secara khusus beberapa sahabat untuk menangani profesi akuntan dengan sebutan “hafazhatul amwal” (pengawas keuangan)

Perkembangan Pemerintahan Islam Sendiri ke berbagai penjuru di dunia, telah meningkatkan penerimaan dan pengeluaran Negara. Pada Zaman Umar Bin Khattab sahabat merekomendasikan perlunya pencatatan untuk pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran tersebut, sehingga pada masa itu Umar mendirikan lembaga yang bernama diwan (dawwana=tulisan). Akuntansi syariah  juga mengalami perkembangan yang pesat  pada masa khalifah islam yang lain, menurut (Al-Kalkashandy, 1913)  evolusi perkembangan buku akuntansi mencapai tingkat tertinggi pada masa daulah bani Abbasiyah, Akuntansi diklaifikasikan pada beberapa spesialisasi seperti akuntansi peternakan, akuntansi pertanian, akuntansi bendahara, akuntansi konstruksi, dan akuntansi mata uang, dan ilmu auditing.

Sejak abad VIII, bangsa Arab berlayar sepanjang pantai Arabi, dan India , singgah di Italia dan menjual  barang dagangan yang mewah yang tidak diproduksi oleh Eropa. Menurut (Ball, 1960), buku Paciolli didasarkan pada tulisan Leonard of Piza, orang Eropa yang pertama kali menerjemhakan buku  Al-Gebra (pada saat itu ditulis dalam bahasa Arab) yang berisikan dasar-dasar book keeping. Bookkeeping semestinya pertama kali dipraktekkan oleh para pedagang  dan berasal dari Mesir.

Sejarah membuktikan bahwa Ilmu Akuntansi telah lama dipraktekkan dalam dunia islam, seperti istilah jurnal (dahulu Zornal), telah lebih dahulu digunakan pada zaman khalifah islam dengan istilah “ Jaridah” untuk buku catatan keuangan.  Begitu juga dengan double entry yang ditulis oleh Luca Pacioli. dapat kita saksikan dari sejarah, bahwa ternyata Islam lebih dahulu mengenal system akuntansi, karena Al Quran telah diturunkan pada tahun 610 M, yakni 800 tahun lebih dahulu dari Luca Pacioli yang menerbitkan bukunya pada tahun 1494.

Bangkitnya akuntansi syariah di Indonesia pada dasarnya dipengaruhi  banyaknya transaksi dengan dasar syariah, baik yang dilakukan lembaga bisnis syariah maupun non syariah. “Dengan animo itu, perlu adanya pengaturan atau standar untuk pencatatan, pengukuran, maupun  penyajian sehingga para praktisi dan pengguna keuangan mempunyai standar yang sama dalam akuntansinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s