PENGENALAN PATOLOGI/PENYAKIT TUMBUHAN

oleh: Ahmad Sanusi Nasution

Penyebab penyakit digolongkan menjadi dua besar yaitu penyakit yang bersifat abiotik dan yang bersifat biotic. Untuk yang bersifat biotic (tidak hidup) misalnya polutan udara, polutan tanah, suhu yang ekstrim, kelembaban yang ekstrim, oksigen dan cahaya yang berlebihan atau berkekurangan, unsure hara yang tidak tepat dosis. Sedangkan penyakit yang bersifat biotic (hidup) sampai sekarang dilaporkan ada 6 kelompok besar yaitu jamur, prokariotik, virus, viroid, nematode, protozoa dan tanaman tinggi parasit. Penyebab yang bersifat biotic disebut juga “pathogen” yang berasal dari bahasa latin “pathos” yang berarti sakit dan “gene” yang berarti penyandi sifat. Patogen menyebabkan sakit pada gen sehingga ekspresi yang muncul adalah sesuatu yang tidak normal pada tanaman.
Secara umum, penyakit yang menyerang anggrek dapat dikelompokan menjadi 3, yaitu :
1.Jamur
Penyakit yang disebabkan oleh jamur menyebabkan busuk akar dan busuk daun. Ciri serangan adalah munculnya benang-benang hifa (benang halus berwarna putih) disekitar terjadinya pembusukan.
2.Bakteri
Penyakit yang disebabkan oleh bakteri juga menunjukkan pembusukan hanya saja biasanya pembusukan ini ditandai dengan keluarnya lendir. Kadang-kadang ditandai dengan bau busuk.
3.Virus
Penyakit yang disebabkan oleh virus gejalanya terkadang kurang jelas. Namun secara kasat mata dapat dilihat dari adanya gejala penyimpangan pertumbuhan misalnya daun keriting atau kerdil, bunga menjadi kecil atau tanaman malas berbunga. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini hingga kini belum ada obatnya. Satu-satunya jalah adalah dengan mencegah serangga pembawa virus seperti kutu. Cara lain adalah memusnakan tanaman yang terinfeksi agar tidak menular pada tanaman lain.
Spora-spora yang diterbangkan angin, terbawa hujan, dan sebagainya pada suatu saat tiba pada suatu tanaman inangnya. Apabila spora tersebut masih hidup dan ia kebetulan jatuh pada tanaman inang yang cocok bersamaan dengan kondisi iklim yang cocok akan terjadi infeksi. Spora tersebut mulai tumbuh dengan membentuk tabung kecambanh, apresorium dan hifa untuk penetrasi (masuk) ke dalam jaringan tanaman, misalnya daun melalui stomata atau langsung saja menembus epidermis daun tersebut. Unit infeksi tersebut menimbulkan gejala penyakit di sekitar terjadinya infeksi yang terlihat seperti bintik atau bercak berbagai ukuran. Bercak-bercak tersebut akan tumbuh konidiofora yang pada ujungnya menghasilkan konidia lagi. Bila konidia matang akan lepas dan terbawa medium ke tempat lain untuk tiba kepada inang yang baru. Ini disebut siklus infeksi.
Penyakit bisa muncul karena disuatu tempat ada tanaman, pathogen serta lingkungan. Ini yang disebut segitiga penyakit dimana munculnya penyakit karena tiga factor itu. Salah satu factor tidak ada atau tidak memenuhi syarat maka penyakit tidak akan muncul. Syarat yang harus dipenuhi olh ketiga factor agar muncul penyakit adalah tanaman harus peka, penyebab penyakit harus virulen (fit dan ganas), dan lingkungan mendukung. Misalnya di hutan Kalimanan ada Dendrobium sp, kemudian ada bakteri Erwinia sp yang ganas dan lingkungan sangat lembab, maka akan muncul penyakit busauk pada akar tersebut. Segitiga penyakit ini akan muncul pada kondisi alami. Penyakit muncul tanpa campur tangan manusia. Penyakit yang muncul bisa sangan parah namun juga bisa sangat ringan. Hanya jenis-jenis tanaman yang mempunyai ketahanan tinggi yang bisa “survive” ketika ada gangguan penyakit yang parah.

6 thoughts on “PENGENALAN PATOLOGI/PENYAKIT TUMBUHAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s