<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ahmad Sanusi Nasution Blog</title>
	<atom:link href="http://sanoesi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sanoesi.wordpress.com</link>
	<description>jangan lupa doa dan usaha, biar hidup lebih bermakna</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Jan 2012 14:36:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sanoesi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ahmad Sanusi Nasution Blog</title>
		<link>http://sanoesi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sanoesi.wordpress.com/osd.xml" title="Ahmad Sanusi Nasution Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sanoesi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>ANALISA KARAKTER SEBAGAI SALAH SATU ALAT MANAJEMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT</title>
		<link>http://sanoesi.wordpress.com/2011/09/30/analisa-karakter-sebagai-salah-satu-alat-manajemen-dalam-pengambilan-keputusan-pemberian-kredit/</link>
		<comments>http://sanoesi.wordpress.com/2011/09/30/analisa-karakter-sebagai-salah-satu-alat-manajemen-dalam-pengambilan-keputusan-pemberian-kredit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Sep 2011 21:19:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sanoesi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkreditan]]></category>
		<category><![CDATA[analisa karakter]]></category>
		<category><![CDATA[prinsip 5c dalam kredit]]></category>
		<category><![CDATA[segi karakter dalam 5c]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sanoesi.wordpress.com/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ahmad Sanusi *) PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Bank merupakan badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit ataupun bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Seiring dengan perjalanan waktu sesudah kredit direalisasikan, tidak dapat dipungkiri bank akan dihadapkan pada permasalahan risiko yaitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sanoesi.wordpress.com&amp;blog=4887050&amp;post=208&amp;subd=sanoesi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Oleh :<br />
Ahmad Sanusi *)<br />
PENDAHULUAN</p>
<p style="text-align:justify;">1. Latar Belakang<br />
Bank merupakan badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit ataupun bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Seiring dengan perjalanan waktu sesudah kredit direalisasikan, tidak dapat dipungkiri bank akan dihadapkan pada permasalahan risiko yaitu risiko kredit bermasalah.<br />
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk meminimalisir resiko kredit. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan melakukan analisis 5C (Character, Capacity,Capital, Condition of Economy, dan Collateral) terhadap nasabah. Dalam berbagai referensi disebutkan faktor C yang paling dominan dalam analisis tersebut adalah Character, yang tentunya sangat penting untuk didalami oleh petugas bank sebelum memberikan kredit.<br />
Character berkaitan dengan watak calon debitur untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya, seperti memegang teguh janji dan bersedia melunasi utangnya tepat waktu. Nasabah yang memiliki karakter yang baik (dengan asumsi faktor C yang lain cateris paribus) akan berdampak positif terhadap kualitas NPL perbankan.<br />
Dengan harapan sebagai bahan referensi terutama bagi para analis kredit perbankan, penulis mencoba menyampaikan beberapa gambaran deskriptif mengenai karakter calon nasabah dari segi upaya kita untuk mengidentifikasinya, sarana apa yang kita gunakan untuk menggali bagaimana karakternya, dengan harapan kita bisa memilih nasabah yang baik dari segi karakter.</p>
<p style="text-align:justify;">1. Prinsip Pemberian kredit<br />
Pemberian kredit kepada seorang calon debitur harus memenuhi persyaratan yang dikenal dengan prinsip 5C, kelima prinsip tersebut adalah :</p>
<p style="text-align:justify;">1.1 Character<br />
Merupakan data tentang kepribadian dari calon pelanggan seperti sifat-sifat pribadi, kebiasaan-kebiasaannya, cara hidup, keadaan dan latar belakang keluarga maupun hobinya. Kegunaan dari penilaian tesebut untuk mengetahui sampai sejauh mana iktikad/kemauan calon calon debitur untuk memenuhi kewajibannya (wiilingness to pay) sesuai dengan janji yang telah ditetapkan.<br />
Pemberian kredit atas dasar kepercayaan, sedangkan yang mendasari suatu kepercayaan, yaitu adanya keyakinan dari pihak bank bahwa calon debitur memiliki moral, watak dan sifat-sifat pribadi yang positif dan koperatif. Disamping itu mempunyai tanggung jawab, baik dalam kehidupan pribadi sebagai manusia, kehidupan sebagai anggota masyarakat, maupun dalam menjalankan usahanya. Karakter merupakan faktor yang dominan, sebab walaupun calon debitur tersebut cukup mampu untuk menyelesaikan hutangnya, kalau tidak mempunyai itikad yang baik tentu akan membawa kesulitan bagi bank dikemudian hari.</p>
<p style="text-align:justify;">1.2 Capacity<br />
Capacity dalam hal ini merupakan suatu penilaian kepada calon debitur mengenai kemampuan melunasi kewajiban-kewajibannya dari kegiatan usaha yang dilakukannya yang akan dibiayai dengan kredit dari bank. Jadi jelaslah maksud penilaian dari terhadap capacity ini untuk menilai sampai sejauh mana hasil usaha yang akan diperolehnya tersebut akan mampu untuk melunasinya tepat pada waktunya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati (Mulyono,1993)<br />
Pengukuran capacity dari calon debitur dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan antara lain pengalaman mengelola usaha (business record) nya, sejarah perusahaan yang pernah dikelola (pernah mengalami masa sulit apa tidak, bagaimana mengatasi kesulitan). Capacity merupakan ukuran dari ability to pay atau kemampuan dalam membayar.</p>
<p style="text-align:justify;">1.3 Capital<br />
Adalah kondisi kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan yang dikelolanya. Hal ini bisa dilihat dari neraca, laporan rugi-laba, struktur permodalan, ratio-ratio keuntungan yang diperoleh seperti return on equity, return on investment. Dari kondisi di atas bisa dinilai apakah layak calon pelanggan diberi pembiayaan, dan beberapa besar plafon pembiayaan yang layak diberikan.</p>
<p style="text-align:justify;">1.4 Condition of economy<br />
Kredit yang diberikan juga perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi yang dikaitkan dengan prospek usaha calon debitur. Ada suatu usaha yang sangat tergantung dari kondisi perekonomian, oleh karena itu perlu mengaitkan kondisi ekonomi dengan usaha calon debitur.<br />
Permasalahan mengenai Condition of economy erat kaitannya dengan faktor politik, peraturan perundang-undangan negara dan perbankan pada saat itu serta keadaan lain yang mempengaruhi pemasaran seperti Gempa bumi, tsunami, longsor, banjir dsb.<br />
Sebagai contoh beberapa saat yang lalu terjadi gejolak ekonomi yang bersifat negatif dan membuat nilai tukar rupiah menjadi sangat rendah, hal ini menyebabkan perbankan akan menolak setiap bentuk kredit invenstasi maupun konsumtif.</p>
<p style="text-align:justify;">1.5 Collateral<br />
Adalah jaminan yang mungkin bisa disita apabila ternyata calon debitur benar-benar tidak bisa memenuhi kewajibannya .Collateral diperhitungkan paling akhir, artinya bilamana masih ada suatu kesangsian dalam pertimbangan-pertimbangan yang lain, maka bisa menilai harta yang mungkin bisa dijadikan jaminan. Pada hakikatnya bentuk collateral tidak hanya berbentuk kebendaan bisa juga collateral tidak berwujud, seperti jaminan pribadi (bortogch), letter of guarantee, rekomendasi. Penilaian terhadap collateral ini dapat ditinjau dari 2 (dua) segi yaitu :<br />
a. Segi ekonomis yaitu nilai ekonomis dari barang-barang yang akan digunakan.<br />
b. Segi yuridis apakah agunan tersebut memenuhi syarat-syarat yuridis untuk dipakai sebagai agunan.<br />
1. Character Merupakan Faktor Penting Dalam Pemberian Kredit<br />
Character menjadi hal yang sangat penting karena hal ini menyangkut aspek kepribadian, sifat atau watak serta kejujuran dari calon debitur. Pihak bank harus mengetahui tentang character calon debitur, karenanya perlu ketelitian dan kehati-hatian dalam memutuskan pemberian kredit.<br />
Character calon debitur dapat dilihat dari 2 (dua ) aspek yakni :<br />
a. Aspek internal<br />
Mengenai aspek internal ini meliputi hal-hal yang langsung berkaitan dengan diri calon debitur seperti faktor keturunan keluarga calon debitur, latar belakang pendidikan, daftar riwayat hidup calon debitur.<br />
Contoh:<br />
A merupakan calon debitur yang berasal dari keturunan suku Batak cenderung akan memiliki karakter/watak yang keras, emosional dan tempramen.<br />
b. Aspek Eksternal<br />
Umumnya aspek eksternal adalah hal-hal yang muncul dari luar diri calon debitur dan bisa mempengaruhi perubahan sifat dan character calon debitur. Adapun aspek eksternal antara lain faktor lingkungan baik itu lingkungan kehidupan sosial, lingkungan pekerjaan maupun lingkungan pergaulan.<br />
Sebagai contoh :<br />
A adalah seorang pria dewasa yang telah menikah dan memiliki 2 orang anak. A seorang yang aktif dalam kegiatan beragama. Maka indikasi awal yang dapat dilihat adalah bahwa A orang yang sholeh dan dapat dipercaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun tujuan pemilihan character dalam memberikan kredit adalah untuk meminimalisir terjadinya resiko kredit yang kemungkinan akan muncul pada saat kredit sedang berjalan. Hal ini dapat dilihat dari contoh apabila seorang debitur dengan usaha yang lancar dan memiliki kemampuan untuk membayar, namun tidak memiliki itikad yang baik maka akan menimbulkan permasalahan bagi pihak bank di kemudian hari seperti timbulnya kredit bermasalah. Manfaat dari penilaian character untuk mengetahui sejauh mana tingkat kejujuran dan integritas serta tekad baik yaitu kemauan untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya calon debitur. Oleh karena itu pemilihan character yang baik dan tepat merupakan salah satu indikasi untuk menentukan baik tidaknya kredit tersebut kelak.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Sarana Yang Digunakan Untuk Menilai Character Calon Debitur<br />
Sarana merupakan alat yang dapat digunakan untuk memperoleh gambaran tentang character calon debitur yang dapat ditempuh dengan cara sebagai berikut:<br />
a. Wawancara<br />
Wawancara adalah suatu proses untuk memperoleh informasi /data melalui percakapan langsung sengan seseorang atau lebih untuk tujuan tertentu. Adapun struktur wawancara meliputi:<br />
• Merumuskan masalah apa yang akan diwawancarakan<br />
• Persiapan fisik, persiapan data/ tentang masalah pokok yang akan ditanyakan dalam wawancara, siapa yang akan diwawancarai, tempat wawancara, dalam wawancara kita perhatikan adat kebiasaan setempat, ketepatan waktu. Penampilan pewawancara harus sopan, ramah.<br />
• Pelaksaan wawancara, dalam hal ini ada beberapa hal yang kita perhatikan meliputi , harus tepat waktu, lama wawancara, pertanyaan-pertanyaan wawancara harus relevan, tidak menyimpang dari tujuan.</p>
<p style="text-align:justify;">Wawacara sebaiknya dilakukan dengan cara yang santai dan tidak terlalu kaku (informal) hal ini ditujukan agar calon debitur menjadi nyaman dengan begitu maka jawaban yang diberikan adalah yang sebenarnya. Untuk mendapat jawaban yang sebenarnya dari calon debitur maka petugas bank harus memberikan pertanyaan yang bersifat terbuka dengan tujuan agar calon debitur dapat memberikan jawaban yang diinginkan oleh petugas bank. Berikut adalah contoh dari pertanyan terbuka yang bisa diajukan kepada calon debitur antara lain :<br />
o Bagaimana cara bapak/ibu mengelola usaha yang ada selama ini<br />
o Tujuan pertanyaan ini adalah agar petugas bank mendapat informasi lebih lanjut mengenai perkembangan usaha calon debitur apakah lancar atau tidak; mendapat untung atau tidak, tentang strategi pemasaran debitur, omset penjualan calon debitur, darimana di dapat barang dagangan, dsb.<br />
o Berapa biaya kehidupan sehari-hari<br />
o Tujuan pertanyaan ini adalah untuk mengetahui berapa jumlah anak,apakah ada usaha lain selain dagang,berapa anak yang sekolah,berapa biaya yang dicadangkan untuk biaya tak terduga.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan melakukan wawancara maka kita dapat dengan mudah mengetahui character calon debitur yang diproyeksikan dari :<br />
1. Ketulusan<br />
Dari hasil wawancara dapat kita lihat apakah orang tersebut tulus dan benar dalam menjawab setiap pertanyaan yang diberikan petugas bank. Hal tersebut terlihat dari jawaban calon debitur tidak mengada-ngada, tidak pura-pura, tidak mencari-cari alasan atau memutar balikkan fakta.<br />
2. Kerendahan hati<br />
Kerendahan hati terlihat dari calon debitur memberikan penjelasan yang sebenarnya tentang tujuan penggunaan kredit.<br />
3. Keterbukaan<br />
Calon debitur akan terus terang membicarakan apa yang menjadi kebutuhan dan keterbatasannya dalam menjalankan usaha.<br />
4. Bertanggungjawab<br />
Rasa tanggungjawab akan tercermin dari sikap bagaimana calon debitur menjawab pertanyaan apabila dikemudian hari terjadi tunggakan kredit.<br />
5. Empati<br />
Calon debitur turut merasakan apa yang petugas bank rasakan jika berkaitan dengan pengembalian kredit.<br />
Seorang pewawancara juga harus mempunyai pengetahuan luas dan keterampilan meliputi aspek hukum, aspek manajemen, aspek pemasaran, aspek teknis, aspek produksi, aspek keuangan, aspek jaminan, keterampilan pengumpulan data, teknik memproses dan menganalisa data, teknik mengungkapkan data.</p>
<p style="text-align:justify;">b. Melakukan check on the spot<br />
Tahap selanjutnya yang dilakukan adalah meninjau langsung ke lokasi (check on the spot). Dimana lokasi tempat tinggal calon debitur, maupun lokasi usaha dan lokasi agunan. Hal ini dilakukan untuk melihat kebenaran dari apa yang dikatakan oleh calon debitur pada saat wawancara sebelumnya. Untuk agunan diperlukan COS agar terdapat kesesuaian antara surat yang diagunkan dengan fisik agunan.</p>
<p style="text-align:justify;">c. Melakukan BI Checking<br />
BI checking dilakukan untuk melihat reputasi pinjaman calon debitur yang pernah ada apakah dalam keadaan lancar atau bermasalah. BI checking dapat dilihat dari 2 (dua) segi yakni :<br />
- Internal<br />
Yakni dengan melihat data pinjaman nasabah dari menu PAPI atau menanyakan langsung ke cabang/capem yang terdekat dengan lokasi domisili atau lokasi usaha calon debitur.<br />
- Eksternal<br />
Untuk melihat reputasi pinjaman calon debitur dari segi eksternal maka diperlukan data SID (Sistem Informasi debitur) yang didapat dari Bank Indonesia.<br />
d. Melihat dari status dan riwayat hidup<br />
Ini dilihat apakah calon debitur memiliki istri lebih dari satu, sudah menikah atau belum menikah, janda atau duda, latar belakang pekerjaan,.<br />
e. Checking in club<br />
Dapat dilakukan dengan menanyakan character calon debitur kepada perkumpulan yang dinaungi seperti perwiritan, komunitas sosial, kelompok pergerejaan dll.</p>
<p style="text-align:justify;">f. Pengecekan DHN (daftar hitam nasional)<br />
Lakukan cross check dengan bank pemberi kredit bagaimanakah track record calon debitur.</p>
<p style="text-align:justify;">g. Lakukan juga pengecekan dengan supplier, bagaimanakah ketepatan pembayaran calon debitur, apakah tepat waktu atau sering terlambat.</p>
<p style="text-align:justify;">h. Mempelajari character masyarakat setempat<br />
Karena adat di tiap daerah sangat berbeda, apakah calon debitur masuk kedalam daftar masyarakat yang “disegani” didaerah itu? Kenapa disegani? Apakah karena mempunyai nama baik yang besar atau sebaliknya mempunyai reputasi yang buruk</p>
<p style="text-align:justify;">i. Mengetahui lebih lanjut mengenai profesi calon debitur tersebut adalah termasuk dalam “profesi yang dihindari” dalam pemberian kredit?</p>
<p style="text-align:justify;">KESIMPULAN DAN SARAN<br />
1. Kesimpulan<br />
a. Karakter merupakan salah satu faktor utama dalam pemberian kredit dengan asumsi faktor C yang lain cateris paribus. Dari faktor karakter dapat kita dapat gambaran calon debitur yang memiliki kemauan (willingness) untuk membayar kewajiban-kewajibannya kepada bank.<br />
b. Beberapa sarana yang dapat digunakan untuk mengenali karakter seseorang antara lain : wawancara, check on the spot, BI checking, melihat status daftar riwayat hidup, cheking in club, pengecekan DHN (daftar hitam nasional), pengecekan ke supplier, mempelajari karakter setempat calon nasabah berada, dan lain-lain.<br />
c. Wawancara harus kita lakukan sebaik dan seefisien mungkin dengan tujuan untuk mendapatkan informasi berkualitas tentang calon debitur.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Saran<br />
a. Pada saat mewawancara calon debitur ada baiknya kita menggali nasabah dengan pertanyaan-pertanyaan terbuka dan jangan terlalu kaku.<br />
b. Bila wawancara sudah selesai, ada baiknya kita utarakan kesimpulannya sebagai konfirmasi ulang atas apa yang dinyatakan dan apa yang kita simpulkan.<br />
c. Dalam pemberian kredit kepada calon debitur sebaiknya kita mencaritahu tentang reputasi kepribadian nasabah maupun reputasi usahanya.<br />
d. Dalam pemberian kredit, seorang petugas bank harus tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, karena tanggung jawab seorang petugas bank adalah mulai dari awal permohonan kredit hingga kredit tersebut lunas.<br />
e. Know Your Customer bisa kita lakukan untuk menggali karakter calon nasabah kita.</p>
<p style="text-align:justify;">DAFTAR PUSTAKA<br />
Abdullah, Faisal,2005, Manajemen Perbankan , Edisi Revisi, Universitas Muhamamadiyah Malang, Malang.<br />
Djohan, Warman, 2000. Kredit Bank,PT. Mutiara Sumber Widya, Jakarta<br />
Kasmir, 2002, Manajemen Perbankan, PT. Raja Grafindo, Jakarta<br />
Muljono,P.Teguh, Manajemen Perkreditan Bagi Bank Komersil, Edisi 3,<br />
BPFE Yogyakarta.<br />
Supramono, SH, 1997, Perbankan dan Masalah Kredit, Penerbit Djambatan, Jakarta<br />
Sutojo, Siswanto, 1997, Manajemen Terapan Bank, Pustaka Binaman Presindo, Jakarta<br />
Undang-Undang Republik Indonesia No 10 Tahun 1998, Tentang Perbankan<br />
http://www. bank sumut.com</p>
<p>http://www.bi.go.id</p>
<p style="text-align:justify;">*Penulis saat ini merupakan officer (pelaksana madya) PT. Bank SUMUT Kantor Cabang Pembantu Syariah Panyabungan</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sanoesi.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sanoesi.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sanoesi.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sanoesi.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sanoesi.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sanoesi.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sanoesi.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sanoesi.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sanoesi.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sanoesi.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sanoesi.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sanoesi.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sanoesi.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sanoesi.wordpress.com/208/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sanoesi.wordpress.com&amp;blog=4887050&amp;post=208&amp;subd=sanoesi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sanoesi.wordpress.com/2011/09/30/analisa-karakter-sebagai-salah-satu-alat-manajemen-dalam-pengambilan-keputusan-pemberian-kredit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/78c16663ba56809b8f7a7fb2494e55aa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sanoesi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEHARI MENGINGAT KEMATIAN</title>
		<link>http://sanoesi.wordpress.com/2011/08/12/sehari-mengingat-kematian/</link>
		<comments>http://sanoesi.wordpress.com/2011/08/12/sehari-mengingat-kematian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2011 15:33:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sanoesi</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[ajaran islam menghadapi kematian]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[mengingat mati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sanoesi.wordpress.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ahmad Sanusi Nst.*) “Setiap yang bernapas akan merasai mati” (Al-Qur’an) Sebelum ajal tiba, coba kita berpikir sejenak, dan membayangkan rasanya mati sesaat, hanya satu detik. Tutuplah kedua mata sambil membayangkan bagaimana keadaan jenazah kita saat berada di peti mati. Setelah itu bayangkan kita ikut melayat bersama orang-orang yang mengantarkan jenazah kita. begitulah salah satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sanoesi.wordpress.com&amp;blog=4887050&amp;post=204&amp;subd=sanoesi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>                    Oleh: Ahmad Sanusi Nst.*)<br />
         “Setiap yang bernapas akan merasai mati”  (Al-Qur’an)</p>
<p>	Sebelum ajal tiba, coba kita berpikir sejenak, dan membayangkan rasanya mati sesaat, hanya satu detik. Tutuplah kedua mata sambil membayangkan bagaimana keadaan jenazah kita saat berada di peti mati. Setelah itu bayangkan kita ikut melayat bersama orang-orang yang mengantarkan jenazah kita. begitulah salah satu penggalan Dr. Aidh Al-Qarni dalam bukunya yang berjudul “Assalamualaikum”.<br />
	Sekarang mari berandai-andai. Bagaimana kalau kita mati besok? Atau satu jam yang akan datang?? Apakah kita sudah punya persiapan amal yang cukup?  Coba bayangkan, bagaimana bografi hidup semalam yang kita cetak apakah lebih banyak yang baik daripada yang buruk, atau sebalikya atau sama saja.<br />
	Sekarang apa yang kita lakukan setelah mati?? Coba lakukanlah!!perbaikilah kesalahan-kesalahan, perindahlah akhlak,bertobatlah dari perbuatan-perbuatan maksiat, dan bukalah lembaran baru biografi serta perilaku  kita. Sucikanlah hati dari berbagai penyakit dengki, bersihkan perasaan dari sikap khianat! Apakah kita bisa???<br />
	Suatu saat kita pasti akan ditanya tentang apa yang telah kita lakukan, ingatlah bahwa sikap merupakan pena-pena yang jujur, sedangkan orang lain adalah saksi-saksi Allah yang berada di muka bumi. Jika mereka menyanjung dengan sebuah kebaikan, berarti itulah kesaksian yang akan kita terima diahadapan Zat Yang Maha Esa dan sebaliknya.<br />
Mudah-mudahan dapat menjadi ibrah bagi kita semua.<br />
*Penulis pernah menjabat sebagai ketua BKM Baytul Asyjaar Departemen Kehutanan USU</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sanoesi.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sanoesi.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sanoesi.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sanoesi.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sanoesi.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sanoesi.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sanoesi.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sanoesi.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sanoesi.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sanoesi.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sanoesi.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sanoesi.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sanoesi.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sanoesi.wordpress.com/204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sanoesi.wordpress.com&amp;blog=4887050&amp;post=204&amp;subd=sanoesi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sanoesi.wordpress.com/2011/08/12/sehari-mengingat-kematian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/78c16663ba56809b8f7a7fb2494e55aa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sanoesi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CARA RASUL MENGELOLA RISIKO</title>
		<link>http://sanoesi.wordpress.com/2011/08/01/cara-rasul-mengelola-risiko-2/</link>
		<comments>http://sanoesi.wordpress.com/2011/08/01/cara-rasul-mengelola-risiko-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2011 22:31:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sanoesi</dc:creator>
				<category><![CDATA[manajemen rasul]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen risiko]]></category>
		<category><![CDATA[mengelola risiko]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sanoesi.wordpress.com/?p=200</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ahmad Sanusi, S.E.,S.Hut* “Jangan Bicara Soal Bisnis jika takut akan risiko” A. Pengertian Risiko Kamus mendefenisikan risiko sebagai peluang terjadinya bencana atau kerugian. Dalam referensi yang lain, risiko didefenisikan sebagai suatu keadaaan yang berada diantara pasti dan tidak pasti terjadinya. Manajemen risiko, cara-cara yang digunakan manajemen untuk mengendalikan berbagai masalah yang disebabkan oleh adanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sanoesi.wordpress.com&amp;blog=4887050&amp;post=200&amp;subd=sanoesi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh:<br />
Ahmad Sanusi, S.E.,S.Hut*</p>
<p>“Jangan Bicara Soal Bisnis jika takut akan risiko”<br />
A.	Pengertian Risiko<br />
Kamus mendefenisikan risiko sebagai peluang terjadinya bencana atau kerugian. Dalam referensi yang lain, risiko didefenisikan sebagai suatu keadaaan yang berada diantara pasti dan tidak pasti terjadinya. Manajemen risiko, cara-cara yang digunakan manajemen untuk mengendalikan berbagai masalah yang disebabkan oleh adanya risiko.<br />
	Manusia tidak dapat dapat lari dari risiko. Risiko juga tidak dapat dihapuskan, bahkan harus dihadapi dengan persiapan rapi. Risiko dapat dibagi dua, yaitu risiko positif yang disebut dengan kuntungan, dan risiko negatif yang biasa kita sebut dengan rugi.<br />
	Berdasarkan sejarah nabi, beliau berani mengambil risiko mengumumkan perang terhadap kaum Qurays di kota Mekkah oleh karena itu, Nabi Muhammad membuat persiapan rapi agar risiko yang dihadapinya berada pada tahap yang minimal. Bahkan menjadi kesempatan beliau untukk menegakkan kalimat tauhid.<br />
“Risiko itu bukan untuk dihindari, tapi diminimalisir sekecil mungkin.”<br />
Teknik Umum Mengenali risiko bisnis<br />
	setiap manusia tidak dapat mengelak dari menghadapi risiko sepanjang hidupnya karena manusia telah diamanahkan menjadi khalifah Allah di muka bumi ini.  Individu yang gagal mengenali risiko bisnisnya sebenarnya menggagalkan bisnisnya dengan tangannya sendiri. Nabi SAW berkata: ‘Mukmin ,yaitu orang beriman tidak akan dipatuk ular dua kali dari satu lubang’ (HR. Ahma,Bukhari.Musli, Abu daud dan ibnu majah). Berikut beberapa teknik yang sering digunakan untuk mengenali risiko bisnis antara lain :<br />
1.	Teknik Brainstorming, teknik ini berupa diskusi kelompok, dan diperlukan seorang fasilitator yang berpengalaman untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam waktu yang akan datang dan solusinya, keberhasilan teknik ini tidak terlepas dari kerjasama kelompok.<br />
2.	Teknik Delphi, yaitu mengutamakan pendapat atau pandangan sekelompok ahli terhadap situasi yang akan datang.<br />
3.	Teknik pertemuan Akrab, yaitu pengumpulan data dan fakta melalui berbagai media yang ada.<br />
4.	Teknik analisa SWOT (teknik yang sering dilakukan Nabi Muhammad SAW).<br />
Ada beberapa langkah memanajemen resiko yaitu:<br />
1.	Kenali resiko<br />
2.	Kaji dampaknya<br />
3.	Takarlah resiko berdasarkan prioritas<br />
4.	Data dan dokumentasi resiko<br />
5.	Nilai resiko<br />
6.	Rancang tindakan<br />
7.	Laporkan hasil akhir.</p>
<p>*Penulis saat ini bankir di salah satu BPD di Indonesia, alumni Universitas Al-Azhar Medan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sanoesi.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sanoesi.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sanoesi.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sanoesi.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sanoesi.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sanoesi.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sanoesi.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sanoesi.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sanoesi.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sanoesi.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sanoesi.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sanoesi.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sanoesi.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sanoesi.wordpress.com/200/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sanoesi.wordpress.com&amp;blog=4887050&amp;post=200&amp;subd=sanoesi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sanoesi.wordpress.com/2011/08/01/cara-rasul-mengelola-risiko-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/78c16663ba56809b8f7a7fb2494e55aa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sanoesi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CARA RASUL MENGELOLA RISIKO</title>
		<link>http://sanoesi.wordpress.com/2011/08/01/cara-rasul-mengelola-risiko/</link>
		<comments>http://sanoesi.wordpress.com/2011/08/01/cara-rasul-mengelola-risiko/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2011 21:38:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sanoesi</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen rasul]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen risiko]]></category>
		<category><![CDATA[mengelola risiko]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sanoesi.wordpress.com/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: oleh: Ahmad Sanusi, S.E.,S.Hut* “Jangan Bicara Soal Bisnis jika takut akan risiko” A. Pengertian Risiko Kamus mendefenisikan risiko sebagai peluang terjadinya bencana atau kerugian. Dalam referensi yang lain, risiko didefenisikan sebagai suatu keadaaan yang berada diantara pasti dan tidak pasti terjadinya. Manajemen risiko, cara-cara yang digunakan manajemen untuk mengendalikan berbagai masalah yang disebabkan oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sanoesi.wordpress.com&amp;blog=4887050&amp;post=198&amp;subd=sanoesi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh:<br />
oleh: Ahmad Sanusi, S.E.,S.Hut*</p>
<p>“Jangan Bicara Soal Bisnis jika takut akan risiko”<br />
A.	Pengertian Risiko<br />
Kamus mendefenisikan risiko sebagai peluang terjadinya bencana atau kerugian. Dalam referensi yang lain, risiko didefenisikan sebagai suatu keadaaan yang berada diantara pasti dan tidak pasti terjadinya. Manajemen risiko, cara-cara yang digunakan manajemen untuk mengendalikan berbagai masalah yang disebabkan oleh adanya risiko.<br />
	Manusia tidak dapat dapat lari dari risiko. Risiko juga tidak dapat dihapuskan, bahkan harus dihadapi dengan persiapan rapi. Risiko dapat dibagi dua, yaitu risiko positif yang disebut dengan kuntungan, dan risiko negatif yang biasa kita sebut dengan rugi.<br />
	Berdasarkan sejarah nabi, beliau berani mengambil risiko mengumumkan perang terhadap kaum Qurays di kota Mekkah oleh karena itu, Nabi Muhammad membuat persiapan rapi agar risiko yang dihadapinya berada pada tahap yang minimal. Bahkan menjadi kesempatan beliau untukk menegakkan kalimat tauhid.<br />
“Risiko itu bukan untuk dihindari, tapi diminimalisir sekecil mungkin.”<br />
Teknik Umum Mengenali risiko bisnis<br />
	setiap manusia tidak dapat mengelak dari menghadapi risiko sepanjang hidupnya karena manusia telah diamanahkan menjadi khalifah Allah di muka bumi ini.  Individu yang gagal mengenali risiko bisnisnya sebenarnya menggagalkan bisnisnya dengan tangannya sendiri. Nabi SAW berkata: ‘Mukmin ,yaitu orang beriman tidak akan dipatuk ular dua kali dari satu lubang’ (HR. Ahma,Bukhari.Musli, Abu daud dan ibnu majah). Berikut beberapa teknik yang sering digunakan untuk mengenali risiko bisnis antara lain :<br />
1.	Teknik Brainstorming, teknik ini berupa diskusi kelompok, dan diperlukan seorang fasilitator yang berpengalaman untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam waktu yang akan datang dan solusinya, keberhasilan teknik ini tidak terlepas dari kerjasama kelompok.<br />
2.	Teknik Delphi, yaitu mengutamakan pendapat atau pandangan sekelompok ahli terhadap situasi yang akan datang.<br />
3.	Teknik pertemuan Akrab, yaitu pengumpulan data dan fakta melalui berbagai media yang ada.<br />
4.	Teknik analisa SWOT (teknik yang sering dilakukan Nabi Muhammad SAW).<br />
Ada beberapa langkah memanajemen resiko yaitu:<br />
1.	Kenali resiko<br />
2.	Kaji dampaknya<br />
3.	Takarlah resiko berdasarkan prioritas<br />
4.	Data dan dokumentasi resiko<br />
5.	Nilai resiko<br />
6.	Rancang tindakan<br />
7.	Laporkan hasil akhir.</p>
<p>*Penulis merupakan alumni universitas Al-Azhar Medan </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sanoesi.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sanoesi.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sanoesi.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sanoesi.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sanoesi.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sanoesi.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sanoesi.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sanoesi.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sanoesi.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sanoesi.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sanoesi.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sanoesi.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sanoesi.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sanoesi.wordpress.com/198/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sanoesi.wordpress.com&amp;blog=4887050&amp;post=198&amp;subd=sanoesi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sanoesi.wordpress.com/2011/08/01/cara-rasul-mengelola-risiko/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/78c16663ba56809b8f7a7fb2494e55aa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sanoesi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TITIP “SEMANGAT” BUAT DIA.</title>
		<link>http://sanoesi.wordpress.com/2010/11/07/titip-%e2%80%9csemangat%e2%80%9d-buat-dia/</link>
		<comments>http://sanoesi.wordpress.com/2010/11/07/titip-%e2%80%9csemangat%e2%80%9d-buat-dia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Nov 2010 12:37:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sanoesi</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<category><![CDATA[surat buat seorang kekasih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sanoesi.wordpress.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[(Buat Seseorang Yang Pernah Menjadi Sumber Inspirasi dan Kekuatan Hidupku) (Sibolga, 6 Nopember 2010) “ Seorang wanita pernah bertanya kepada saya: uci.., apa uci tau kabar dia sekarang???”, saya jawab : tidak, uci tidak tau, sebab hari itu uci telepon, ga pernah dia angkat lagi. Terus wanita itu menyampaikan informasi :klo dia sakit, dan hampir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sanoesi.wordpress.com&amp;blog=4887050&amp;post=187&amp;subd=sanoesi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(Buat Seseorang Yang Pernah Menjadi Sumber Inspirasi dan Kekuatan Hidupku)<br />
(Sibolga, 6 Nopember 2010)</p>
<p>“ Seorang wanita pernah bertanya kepada saya: uci.., apa uci tau kabar dia sekarang???”, saya jawab : tidak, uci tidak tau, sebab hari itu uci telepon, ga pernah dia angkat lagi. Terus wanita itu menyampaikan informasi :klo dia sakit, dan hampir putus asa. Saya tau dari pacarnya,kita doakan mudah-mudahan dia sehat”. IYA KAK, MUDAH-MUDAHAN DIA SEHAT, BARAKALLAHU.<br />
(Uci ;nama panggilan kecil saya. Dia;seseorang yang telah mengajari saya makna cinta(izinkan saya memanggilmu dengan panggilan “adinda”. Wanita; kakak kos adinda).</p>
<p>KUKIRIMKAN SEMANGAT INI, semoga menjadi syifa, jangan cepat berputus asa. Innallaha ma’ana.<br />
Dari hati terdalam (untuk mu yang pernah menjadi sumber inspirasi dan kekuatan hidupku): saya yakin, untuk saat ini teleponku tak mungkin engkau angkat, sms ku tak mungkin engkau balas. Saya bisa tau, sebab engkau pernah ada disini, dan masih meninggalkan sisa-sisa kekuatan untukku.<br />
Adinda,..engkau wanita yang di bola matanya ada kulihat masa sekarang dan yang akan datang, ada kehidupan besok dan masa depan. Punya pendirian teguh, engkau pernah menjadi guru bagi saya, pernah menjadi sandaran hati. Aku masih melihat itu, jangan engaku redupkan dengan sesuatu yang tidak pasti. Bukankah semuanya berasal dari Allah,dan kepadanya jualah kita akan kembali??<br />
ALLAH MENGUJI SUATU KAUM ITU Bukan Hanya dengan Kesusahan, lapar,dahaga,susah,sakit, tapi Senang, Kaya, Sehat, pangkat dan jabatan itu juga adalah “UJIAN”. Yang Namanya UJIAN tidak semuanya mudah.<br />
Adinda, saya tahu dirimu mungkin saat ini dalam keadaan tidak sehat, sebagai seorang hamba kita harus terima itu, yakinlah Allah sedang mengujimu, Allah menyayangimu.., dia hanya memberikan ujian bagi seorang hambanya yang dianggap mampu. Jadi jangan berputus asa dari rahmat Allah. Dia pasti akan memberi kemudahan dibalik kesulitan yang engkau rasakan berat saat ini. “SETIAP PENYAKIT PASTI ADA OBATNYA”.<br />
 Tersenyumlah adinda&#8230;.,. JUJUR.., saya ingin melihat engkau tersenyum kembali, tak ada guna mengurung diri, tak ada guna berputus asa.”Sesungguhnya Allah Tidak Menyukai Orang-orang yang Berputus Asa”. Semangatlah, seraya berdoa dan berusaha, saya yakin!!! Dirimu pasti bisa..!!!!,<br />
“SALAH SATU KEBAHAGIAAN DALAM HIDUPKU ADALAH SAAT MELIHAT ENGKAU MEMBUKANYA DENGAN SENYUMAN DAN MENUTUPNYA DENGAN SENYUMAN YANG SAMA”.<br />
Cepat sembuh ya adinda, doaku pasti selalu bersamamu.<br />
Oleh:<br />
Ahmad Sanusi Nasution</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sanoesi.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sanoesi.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sanoesi.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sanoesi.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sanoesi.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sanoesi.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sanoesi.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sanoesi.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sanoesi.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sanoesi.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sanoesi.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sanoesi.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sanoesi.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sanoesi.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sanoesi.wordpress.com&amp;blog=4887050&amp;post=187&amp;subd=sanoesi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sanoesi.wordpress.com/2010/11/07/titip-%e2%80%9csemangat%e2%80%9d-buat-dia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/78c16663ba56809b8f7a7fb2494e55aa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sanoesi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PEMBUNGAAN TANAMAN MANGGA</title>
		<link>http://sanoesi.wordpress.com/2010/05/14/pembungaan-tanaman-mangga/</link>
		<comments>http://sanoesi.wordpress.com/2010/05/14/pembungaan-tanaman-mangga/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 May 2010 17:38:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sanoesi</dc:creator>
				<category><![CDATA[kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[Pembungaan]]></category>
		<category><![CDATA[pembungaan mangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sanoesi.wordpress.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Tanaman mangga mempunyai toleransi tumbuh yag tinggi, baik didataran rendah maupun di dataran tinggi, dengan keadaan volume curah hujan sedikit atau banyak, tetapi untuk memperoleh produksi Mangga yang tinggi membutuhkan temperatur curah hujan, keadaan awan dan angin yang bertoleransi tepat. Di Indonesia Mangga dapat tumbuh pada ketinggian 0-1000 m dpl, menurut Untung (1998) ketinggian yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sanoesi.wordpress.com&amp;blog=4887050&amp;post=180&amp;subd=sanoesi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>	Tanaman mangga mempunyai toleransi tumbuh yag tinggi, baik didataran rendah maupun di dataran tinggi, dengan keadaan volume curah hujan sedikit atau banyak, tetapi untuk memperoleh produksi Mangga yang tinggi membutuhkan temperatur curah hujan, keadaan awan dan angin yang bertoleransi tepat.<br />
	Di Indonesia Mangga dapat tumbuh pada ketinggian 0-1000 m dpl, menurut Untung (1998) ketinggian yang ideal adalah 600 mdpl. Masa berbunga tanaman Mangga dipengaruhi oleh ketinggian tempat dari permukaan laut, hal ini beerhubungan dengan radiasi matahari yang dibutuhkan tanaman. Di Indonesia pada umumnya setiap kenaikan rata-rata 130 m dimana Mangga ditanam, maka masa pembungaan tertunda selama 4 hari.(AAK,1991)<br />
 Tanaman Mangga memerlukan temperatur yang panas menjelang pembungaan, karena temperatur tersebut mencegah pertumbuhan vegetatif dan mendorong pertumbuhan reproduktif. Temperatur untuk tanaman Mangga lebih kurang 24 oC-27 oC, pada suhu tersebut pertumbuhan vegetatif dan hasilnya cukupbaik, suhu yang dapat ditoleransi adalah  28 oC-30 oC (Untung, 1998)<br />
	Keadaan volume curah hujan  juga akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman Mangga dan proses produksi pembentukan bunga  dan buah. Persentase curah hujan setiap tahun secara alami sangat penting pengaruhnya terhadap proses pembungaan, sebab masa primordia bunga akan terjadi setelah musim hujan. Curah hujan yang dapat ditolerir untuk pertumbuhan dan perkembangan mangga berkisar antara 700 -2500 mm/ tahun. Ciri khas lain pada tanaman mangga yaitu angat tahan terhadap kekeringan, malahan kondisi inilah yang diinginkan. Kondisi kering yang masih dapat ditolerir adalah 2-6 bulan. (Pracaya,1995)<br />
	Di daerah dengan curah hujan yang tinggi tanaman mangga tidak dapat berbuah maksimal, beberapa jenis tanaman Mangga gagal berbunga pada saat cuaca lembab malam hari, berawan dan terjadi tetesan air embun pada bunga Mangga, sehingga mempercepat serangan penyakit.<br />
	Menurut (AAK,1998) Curah hujan diluar batas toleransi akan berakibat kurang menguntungkan terhadap tanaman Mangga, diantaranya adalah :<br />
1.	Curah Hujan akan mencuci butir-butir tepung sari, akhirnya tepung sari tersebut jatuh.<br />
2.	Hujan yang terlalu lebat bisa menyebabkan luka pada permukaan tubuh bunga sehingga bisa mengakibatkan bunga  rontok.<br />
3.	Volume curah hujan yang tinggi mengakibatkan udara menjadi lembab, sehingga memudahkan serangan hama penyakit.<br />
4.	Selama hari-hari hujan, serangga penyerbuk tinggal diam bermalas-malasan, praktis mereka tidak dapat melakukan penyerbukan</p>
<p>admin : Ahmad Sanusi</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sanoesi.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sanoesi.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sanoesi.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sanoesi.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sanoesi.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sanoesi.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sanoesi.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sanoesi.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sanoesi.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sanoesi.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sanoesi.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sanoesi.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sanoesi.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sanoesi.wordpress.com/180/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sanoesi.wordpress.com&amp;blog=4887050&amp;post=180&amp;subd=sanoesi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sanoesi.wordpress.com/2010/05/14/pembungaan-tanaman-mangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/78c16663ba56809b8f7a7fb2494e55aa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sanoesi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hubungan Iklim dengan Lebah Madu</title>
		<link>http://sanoesi.wordpress.com/2009/12/01/hubungan-iklim-dengan-lebah-madu/</link>
		<comments>http://sanoesi.wordpress.com/2009/12/01/hubungan-iklim-dengan-lebah-madu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 14:29:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sanoesi</dc:creator>
				<category><![CDATA[kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[faktor iklim dan kehidupan lebah]]></category>
		<category><![CDATA[iklim dan lebah madu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sanoesi.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[oleh : AHMAD SANUSI NST Dalam kehidupan dan perkembangannya lebah sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Selain ketersediaan pakan lebah maka faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban udara, curah hujan dan ketinggian tempat juga sangat menentukan perkembangan lebah madu (Widhiono, 1986). Jadi, sama halnya dengan makhluk hidup lain dalam kaitannya dengan iklim, lebah juga memiliki persyaratan iklim [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sanoesi.wordpress.com&amp;blog=4887050&amp;post=178&amp;subd=sanoesi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>                                           oleh : AHMAD SANUSI NST</p>
<p>	Dalam kehidupan dan perkembangannya lebah sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Selain ketersediaan pakan lebah maka faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban udara, curah hujan dan ketinggian tempat juga sangat menentukan perkembangan lebah madu (Widhiono, 1986).<br />
	Jadi, sama halnya dengan makhluk hidup lain dalam kaitannya dengan iklim, lebah juga memiliki persyaratan iklim yang cukup untuk keberlangsungan produktifitasnya. Baik secara langsung maupun tidak langsung. Jika iklim tidak sesuai maka produktifitas lebah madu juga kemungkinan besar akan tidak sesuai dengan yang diharapkan.Iklim yang dimaksud dalam hal ini meliputi cuaca dan faktor-faktor iklim itu sendiri.<br />
Tahun 2007 banyak peternak lebah madu yang gulung tikar akibat cuaca yang tidak menentu. Sebagai contoh peternak lebah dengan perhitungan tahun sebelumnya biasanya panen madu kelengkeng sekitar bulan September. Dengan asumsi tersebut peternak lebah madu akan mengembala lebahnya ke daerah Ambarawa namun akibat cuaca yang tidak menentu ternyata pohon kelengkeng gagal berbunga.Peternak yang sudah terlanjur membawa koloni lebahnya ke tempat tersebut tentu akan rugi besar selain biaya tarnsportasi yang mahal juga banyak lebah yang mati kelaparan (www.binaapiari.com, 2008)<br />
	Jadi, untuk berhasil dalam bisnis budidaya lebah madu, faktor iklim merupakan salah satu bagian penting yang perlu dikaji terlebih dahulu.Berikut ini ada beberapa faktor iklim yang berhubungan dengan lebah madu baik secara langsung maupun tidak langsung :</p>
<p>a.	 Suhu<br />
Lebah madu merupakan golongan serangga berdarah dingin, sehingga sangat dipengaruhi oleh perubahan suhu udara disekitarnya. Menurut Siregar (2009) Pada suhu dibawah 10 0C dapat mengakibatkan urat sayapnya menjadi lemah sehingga tidak mampu terbang.Pada suhu sekitar 10o C, lebah madu cenderung lebih banyak memperbaiki sarang sebagai upaya meningatkan temperatur agar mencapai kondisi kenyamanan yang ideal Suhu diatas 100C lebah mulai aktif dan kegiatannya akan meningkat dengan kenaikan suhu. Pada suhu 330C &#8211; 350C lebah ratu mulai aktif bertelur, sedang pada suhu diatas 350C kegiatan lebah dalam membuat lilin dan sarang akan lebih meningkat  (Rismunandar, 1990).<br />
Suhu ideal yang cocok bagi lebah adalah sekitar 26 derajat 0C, pada suhu ini lebah dapat beraktifitas normal. Suhu di atas 10 0C lebah masih beraktifitas. Di lereng pegunungan/dataran tinggi yang bersuhu normal (25 0C). Lokasi yang disukai lebah adalah tempat terbuka, jauh dari keramaian dan banyak terdapat bunga sebagai pakannya. (www.binaapiari.com, 2008).<br />
Koloni lebah mempunyai cara-cara yang unik untuk mempertahankan temperatur didalam sarangnya. Kemampuan lebah untuk mempertahankan kehangatan kondisi mikroklimat merupakan adaptasi secara langsung untuk terbang. Adapun cara yang ditempuh  adalah melalui pengendalian terintegrasi antara produksi dan pelepasan panas. Mekanisme ini dapat menyebabkan menurunnya aktivitas lebah dalam mencari makanan sehingga akan dapat mempengaruhi perkembangan koloni selanjutnya (Seeley, 1985).</p>
<p>b. Kelembaban<br />
Salah satu hal utama yang perlu diperhatikan apabila kita beternak lebah dalam stup atau glodok adalah kelembaban. faktor kelembaban harus selalu diperhatikan karaena hal ini berhubungan dengan kandungan air dalam stup atau glodok.Lebah menghendaki tempat yang tidak terlalu lembab dan tidak terlalu kering, yang pasti lebah mampu menciptakan kondisi lembab disekitarnya apabila air di daerah tersebut tersedia dan cuaca mendukung. Kondisi yang terlalu lembab bisa mengakibatkan timbulnya bakteri maupun jamur disekitar sarang yang dapat berakibat terhadap pembusukan telur dan berkurangnya kesehatan lebah (Sutrisno, komunikasi pribadi, 2009)</p>
<p>c. Curah Hujan<br />
	Para peternak lebah dituntut untuk selalu jeli untuk mencari lokasi penggembalaan lebah. Pada musim bunga (kemarau), peternak harus mampu mencari lokasi penggembalaan yang bunganya melimpah, agar madu dan royal jellynya melimpah pula. Pada musim-musim paceklik (penghujan), peternak dituntut untuk mampu menempatkan lebah di lokasi yang memiliki curah hujan kecil dan paling banyak sumber nektarnya, terutama sumber tepung sari bunga.<br />
	Suhu udara yang terlalu panas atau terlalu dingin tidak cocok untuk kehidupan lebah madu, demikian pula lokasi yang memiliki curah hujan terlalu tinggi tidak cocok untuk budidaya lebah madu, karena lebah-lebah pekerja tidak bisa mencari makanan. Namun, jika hujan turun pada siang hari, lebah masih mempunyai kesempatan mencari makanan pada pagi hari (Halim dan Suharno, 2008)</p>
<p>d. Ketinggian Tempat<br />
Indonesia termasuk wilayah yang memiliki udara sub tropis, sangat ideal untuk mengembang biakkan dan membudidayakan lebah, karena rata-rata suhu udara nya 26 &#8211; 35oC. Sedangkan untuk dataran yang ketinggiannya di atas 1.000 meter dari permukaan laut kurang cocok untuk pembudidayaan lebah, karena suhu udaranya dibawah 15oC. Kondisi ini akan menyebabkan lebah malas keluar sarang dan memilih bermain-main di dalam sarang, yang akan mengakibatkan kekurangan bahan makanan karena lebah pekerja (betina) enggan mencari nektar dan tepung sari. Dataran yang cocok untuk beternak lebah madu ini adalah dil lereng pegunungan atau dataran tinggi yang bersuhu normal (di atas 25oC) (Bank, Indonesia).<br />
Tidak semua jenis lebah bisa hidup pada berbagai ketinggian, hal ini erat kaitannya dengan suhu dan sumber pakannya. Ada jenis lebah yang bisa hidup sampai ketinggian 1200 mdpl dan ada yang bisa hidup pada berbagai ketinggian tertentu. Seperti Apis laboriosa Jenis lebah ini hanya terdapat di pegunungan Himalaya pada ketinggian tempat lebih dari 1.200 m dari permukaan laut (dpl), jenis Apis andrenoformis hanya bisaditemukan sampai pada ketingian 500 mdpl.</p>
<p>e. Penyinaran Matahari<br />
	Penyinaran matahari  berpengaruh terhadap aktivitas lebah.Umumnya lebah pekerja mulai giat dari jam 05.00 WIB sampai jam 18.00 WIB. Puncak kegiatannya 1ebih ,banyak terjadi pada pagi hari antara jam 05.00-08.00 WIB. Bervariasinya faktor lingkungan fisis dan perubahan waktu menyebabkan pola kegiatan hariam keluar-masuk sarang lebah pekerja juga bervariasi. (Syamsudin,2008)<br />
Faktor fisis yang relatif berpengaruh dalam menentukan kegiatan keluar-masuk sarang adalah intensitas cahaya matahari, suhu dan kecepatan angin walaupun demikian pola kegiatan harian memperlihatkan pola yang ritmis. Pada kegiatan harian mengumpulkan tepung sari memperlihatkan pola yang ritmis dengan dua periode puncak kegiatan pada pagi hari dan sore hari. Kegiatan harian rata-rata mengambil tepung sari terhenti pada jam 12.00-15.00 WIB. Faktor lingkungan fisis yang relatif paling berpengaruh dalam menentukan kegiatan pekerja untuk mengumpulkan tepung sari adalah intensitas cahaya. (Syamsuddin, 2008)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sanoesi.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sanoesi.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sanoesi.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sanoesi.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sanoesi.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sanoesi.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sanoesi.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sanoesi.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sanoesi.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sanoesi.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sanoesi.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sanoesi.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sanoesi.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sanoesi.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sanoesi.wordpress.com&amp;blog=4887050&amp;post=178&amp;subd=sanoesi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sanoesi.wordpress.com/2009/12/01/hubungan-iklim-dengan-lebah-madu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/78c16663ba56809b8f7a7fb2494e55aa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sanoesi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENGENDALIAN INTERN DAN SISTEM AKUNTANSI</title>
		<link>http://sanoesi.wordpress.com/2009/10/19/pengendalian-intern-dan-sistem-akuntansi/</link>
		<comments>http://sanoesi.wordpress.com/2009/10/19/pengendalian-intern-dan-sistem-akuntansi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 13:40:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sanoesi</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[pengendalian intern]]></category>
		<category><![CDATA[PENGENDALIAN INTERN DAN SISTEM AKUNTANSI]]></category>
		<category><![CDATA[sistem akuntansi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sanoesi.wordpress.com/2009/10/19/pengendalian-intern-dan-sistem-akuntansi/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ahmad Sanusi Nst E-mail/Facebook: sanusi_eneste@yahoo.com Semakin tinggi suatu pohon, akan semakin kencang angin yang bertiup,potensi untuk tumbang,roboh, ataupun patah akan semakin besar pula. Demikian juga halnya dengan dunia usaha, semakin besar suatu badan usaha ataupun entitas maka potensi gangguan yang merongrong perusahaan akan semakin besar. Oleh sebab itu, untuk memperkecil potensi kerugian akibat gangguan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sanoesi.wordpress.com&amp;blog=4887050&amp;post=177&amp;subd=sanoesi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh:<br />
Ahmad Sanusi Nst<br />
E-mail/Facebook: sanusi_eneste@yahoo.com</p>
<p>	Semakin tinggi suatu pohon, akan semakin kencang angin yang bertiup,potensi untuk tumbang,roboh, ataupun patah akan semakin besar pula. Demikian juga halnya dengan dunia usaha, semakin besar suatu badan usaha ataupun entitas maka potensi gangguan yang merongrong perusahaan akan semakin besar. Oleh sebab itu, untuk memperkecil potensi kerugian akibat gangguan tersebut diperlukan sistem pengendalian intern yang baik, semakin besar suatu entitas maka pengendalian intern harus lebih efetif dan efisien.<br />
	Pengendalian intern (internal control) memiliki pengertian secara sempit dan luas, dalam pengertian sempit merupakan internal check, yaitu melakukan pengujian atas kebenaran perkalian,penjumlahan, dan pengurangan angka-angka yang tertera dalam formulir, serta penelitian cara penjurnalan (pencatatan). Dalam pengertian luas, pengendalian intern tidak sekedar menguji kebenaran angka-angka dan pencatatan, tetapi mencakup mekanisme dari seluruh perangkat yang digunakan manajemen dalam melaksanakan fungsi pengawasan.<br />
	American In stitute of Certified Public Accountant (AICPA) mendefenisikan sebagai berikut:<br />
	Pengendalian intern meliputi struktur organisasi, semua cara dan alat-alat yang dikoordinasikn dan dipergunakan dalam perusahaan dengan tujuan untuk menjaga keamanan harta milik perusahaan, memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi,meningkatkan efisiensi usaha dan menjaga agar kebijakan yang ditetapkan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.<br />
	Berdasarkan tujuannya, pengendalian intern mencakup pengendaian akuntansi (Accounting Control) dan pengendalian administrasi (administrative control).<br />
	Pengendalian akuntansi terdiri dari struktur organisasi dan metode-metode atau prosedur yang berubungan langsung dengan pengamanan aktiva dan ketelitian pencatatan transaksi keuangan. Pengendalian akuntansi biasanya mencakup otorisasi, dengan melakukan pemisahan fungsi dalam organisasi secara tegas, atas fungsi pelaksana operasional, penyimpanan, dan penyelenggara catatan. Jadi, tidak akan ditemui seorang pelaksana yang melakukan kegiatan dari awal sampai akhir transaksi tertentu.<br />
	Pengendalian administrasi berkaitan dengan efisiensi operasi dan kepatuhan pada kebijakan manajemen dan basanya tidak secara langsung berhubungan dengan pencatatan finansial.<br />
	Jadi sistem akuntansi merupakan bagian dari sistem pengendalian intern, terutama perannya dalam pengandalian akuntansi. Oleh karena itu, sistem akunansi yang disusn harus menyerap prinsip-prinsip pengendalian intern.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sanoesi.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sanoesi.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sanoesi.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sanoesi.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sanoesi.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sanoesi.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sanoesi.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sanoesi.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sanoesi.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sanoesi.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sanoesi.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sanoesi.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sanoesi.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sanoesi.wordpress.com/177/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sanoesi.wordpress.com&amp;blog=4887050&amp;post=177&amp;subd=sanoesi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sanoesi.wordpress.com/2009/10/19/pengendalian-intern-dan-sistem-akuntansi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/78c16663ba56809b8f7a7fb2494e55aa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sanoesi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BANK BENIH (Suatu Kajian dalam Bidang Kehutanan)</title>
		<link>http://sanoesi.wordpress.com/2009/08/19/bank-benih-suatu-kajian-dalam-bidang-kehutanan/</link>
		<comments>http://sanoesi.wordpress.com/2009/08/19/bank-benih-suatu-kajian-dalam-bidang-kehutanan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 06:53:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sanoesi</dc:creator>
				<category><![CDATA[kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[bank benih]]></category>
		<category><![CDATA[benih rekalsitran dan benih ortodoks]]></category>
		<category><![CDATA[dormansi]]></category>
		<category><![CDATA[tipe benih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sanoesi.wordpress.com/2009/08/19/bank-benih-suatu-kajian-dalam-bidang-kehutanan/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ahmad Sanusi Nst Dalam istilah sehari-hari kita mengenal bank sebagai tempat untuk menyimpan uang,dan benih merupakan biji yang sudah terseleksi. Bank benih yang dimaksud dalam tulisan ini adalah tempat untuk menyimpan semua benih berbagai jenis tumbuhan agar dapat dipergunakan pada masa yang akan datang, sebagai sumber genetika untuk kepentingan konservasi dan pemuliaan. Keberadaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sanoesi.wordpress.com&amp;blog=4887050&amp;post=174&amp;subd=sanoesi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Ahmad Sanusi Nst</p>
<p>	Dalam istilah sehari-hari kita mengenal bank sebagai tempat untuk menyimpan uang,dan benih merupakan biji yang sudah terseleksi. Bank benih yang dimaksud dalam tulisan ini adalah tempat untuk menyimpan semua benih berbagai jenis tumbuhan agar dapat dipergunakan pada masa yang akan datang, sebagai sumber genetika untuk kepentingan konservasi dan pemuliaan. Keberadaan bank benih sangatlah penting mengingat Indonesia dengan bermacam ragam jenis pohon hutan memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan dan pelestarian plasma nutfah tumbuhan di dunia.<br />
	Bank benih terdiri dari bank benih di hutan (lapangan) yang tersimpan di dalam atau di atas permukaan tanah dan bank benih di tempat penyimpanan yang sudah melalui perlakuan pendahuluan, agar kualitas fisik,fisiologis dan genetisnya tetap baik.</p>
<p>1. Tipe Benih<br />
	Menurut Sutarno dkk (1997) secara teknologi dikenal benih yang bersifat ortodoks dan rekalsitran..<br />
	Benih ortodoks tidak mati walaupun dikeringkan sampai kadar air yang relatife sangat rendah dengan cara pengeringan cepat dan juga tidak mati kalau benih itu disimpan dalam keadaan suhu yang relative rendah.contoh benih yang bersifat ortodoks antara lain adalah benih Acacia mangium Wild (Akasia),Dalbergia latifolia Roxb (sonobrit),Eucalyptus urophylla S.T (ampupu),Eucalyptus deglupta Blume (leda), Gmelina arborea Linn (gmelina), Paraserianthes falcataria Folsberg (sengon),Pinus mercusii Jung et de Vriese (tusam), dan Santalum album (cendana)<br />
	Benih yang bersifat rekalsitran, akan mati kalau kadar airnya diturunkan sebelum mencapai kering dan tidak tahan di tempat yang bersuhu rendah.contoh benih ini adalah Agathis lorantifolia Salisb (dammar),Diosypros celebica Back (eboni) ,Hevea brasiliensis Aublet (Kayu karet),Macadamia hildenbrandii Steen (makadame),Shore compressa, Shorea seminis V.SI.</p>
<p>2. Keadaan Dorman (dormansi)<br />
	Benih viable tidak bisa berkecambah walaupun ditempatkan pada kondisi lingkungan yang menguntungkan disebut dengan dormansi. Adapun penyebabnya antara lain adalah :<br />
1.	kulit benih tidak tembus air<br />
2.	kulit terlalu keras, sehingga secara mekanis sulit ditembus oleh embrio.<br />
3.	benih yang impermeable terhadap gas oksigen.<br />
4.	embrio belum terbentuk sempurna pada saat benih telah masak, dan<br />
5.	ketidaksiapan benih secara kimiawi untuk memulai perkecambahan.<br />
	Beberapa teknik yang dipakai untuk memecahkan dormansi ini antara lain adalah mengikir,menggosok, melubangi,secara kimiawi yaitu dengan merendam benih dalam larutan asam sulfat, asam nitrat (pekat),asam hidroklorid, zat pengatur tumbuh (sitokinin, auksin dan giberelin);dengan perendaman air panas atau perlakukan suhu tertentu serta cahaya. Contoh benih dorman adalah merbau (Instia palembanica)yang benihnya diliputi oleh kulit keras dan tebal dan tidak dapat menyerap air, benih merbau yang matang mempunyai kelembaban nisbi kurang dari 10%, benih tersebut dapat bertahan 3 tahun tanpa diperlakukan, dan dapat berkecambah setelah dua tahun.<br />
	Perlu diketahui benih non dorman juga tidak selalu menguntungkan, karena benih tersebut cepat mati, sehingga menyulitkan apabila dipindahkan/ dibawa ke tempat lain yang relative memerlukan waktu yang agak panjang. Contoh benih yang non dorman adalah Hopea odorata (merawan),Pericopsis spp (kayu kuku).</p>
<p>PUSTAKA ACUAN</p>
<p>Sutarno dkk,1997. PENGENALAN PEMBERDAYAAN POHON HUTAN,Prosea Indonesia-Prosea Network Office,Pusat Diklat Pegawai &amp; SDM Kehutanan, Bogor 1997 </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sanoesi.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sanoesi.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sanoesi.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sanoesi.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sanoesi.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sanoesi.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sanoesi.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sanoesi.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sanoesi.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sanoesi.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sanoesi.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sanoesi.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sanoesi.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sanoesi.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sanoesi.wordpress.com&amp;blog=4887050&amp;post=174&amp;subd=sanoesi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sanoesi.wordpress.com/2009/08/19/bank-benih-suatu-kajian-dalam-bidang-kehutanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/78c16663ba56809b8f7a7fb2494e55aa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sanoesi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RESPON TANAMAN TERHADAP PENYINARAN</title>
		<link>http://sanoesi.wordpress.com/2009/08/19/respon-tanaman-terhadap-penyinaran/</link>
		<comments>http://sanoesi.wordpress.com/2009/08/19/respon-tanaman-terhadap-penyinaran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 06:48:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sanoesi</dc:creator>
				<category><![CDATA[kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[radiasi matahari dan pembungaan]]></category>
		<category><![CDATA[radiasi matahari dan tanaman]]></category>
		<category><![CDATA[respon tanaman terhadap penyinaran]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman hari panjang]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman hari pendek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sanoesi.wordpress.com/2009/08/19/respon-tanaman-terhadap-penyinaran/</guid>
		<description><![CDATA[OLEH: AHMAD SANUSI NST E-mail: sanusi_eneste@yahoo.com Pada dasarnya pengaruh radiasi terhadap pertumbuhan tanaman terdapat dalam proses-proses : 1. Fotosintesa 2. Fotostimulus, misalnya fotoperiodisme. Fotosintesa memerlukan intensitas radiasi yang lebih besar dari fotoperiodisme, pada umumnya kecepatan fotosintesis tanaman bertambah tinggi dengan naiknya intensitas cahaya. Pada nilai-nilai intensitas cahaya tertentu, kecepatan fotosintesa tidak dipengaruhi oleh intensitas cahaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sanoesi.wordpress.com&amp;blog=4887050&amp;post=173&amp;subd=sanoesi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>OLEH: AHMAD SANUSI NST<br />
E-mail: sanusi_eneste@yahoo.com</p>
<p>	Pada dasarnya pengaruh radiasi terhadap pertumbuhan tanaman terdapat dalam proses-proses :<br />
1.	Fotosintesa<br />
2.	Fotostimulus, misalnya fotoperiodisme.</p>
<p>Fotosintesa memerlukan intensitas radiasi yang lebih besar dari fotoperiodisme, pada umumnya kecepatan fotosintesis tanaman bertambah tinggi dengan naiknya intensitas cahaya. Pada nilai-nilai intensitas cahaya tertentu, kecepatan fotosintesa tidak dipengaruhi oleh intensitas cahaya karena daun telah jenuh dengan cahaya (Guslim,2007).<br />
Istilah fotoperodisitas digunakan untuk fenomena dimana fase perkembangan tumbuhan dipengaruhi oleh lama penyinaran yang diterima oleh tumbuhan tesebut. Beberapa jenis tumbuhan perkembangannya sangat dipengaruhi oleh lamanya penyinaran, terutama dengan kapan tumbuhan tersebut akan memasuki fase generatifnya,misalnya pembungaan. Menurut Lakitan (1994) Beberapa tumbuhan akan memasuki fase generatif (membentuk organ reproduktif) hanya jika tumbuhan tersebut menerima penyinaran yang panjang (&gt;14 jam) dalam setiap periode sehari semalam; sebaliknya ada pula tumbuhan yang hanya akan memasuki fase generatif jika menerima penyinaran singkat (&lt;10 Jam). Kelompok tumbuhan yang membutuhan lama penyinaran yang panjang disebut tumbuhan hari panjang (long-day plant) dan kelompok tumbuhan yang membutuhkan lama penyinaran yang sngkat disebut tumbuhan hari pendek (short-day plant, kelompok tumbuhan yang fase perkembangan tidak dipengaruhi oleh lama penyinaran disebut sebagai tumbuhan hari netral (neutral-day plant)kelompok ini akan memasuki fase generatif baik jika menerima lama penyinaran yang panjang ataupun singkat.<br />
Jadi dari hal tersebut di atas, dalam fotoperiodisme diketahui bahwa yang terpenting bukanlah intensitas cahaya melainkan lama ada cahaya (bukan sinar matahari).fenomena ini dapat kita jumpai pada beberapa varietas tanaman (misalnya tanaman mangga)yang tempat tumbuhnya di pekarangan  dan dekat sumber cahaya (lampu listrik)berbunga diluar musimnya.walaupun demikian, di alam banyak dijumpai tanaman yang tidak mau berbunga bila panjang hari kurang atau lebih dari apa yang seharusnya diutuhkan.<br />
Dalam kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan tumbuhan akan lama penyinaran yang ideal, lama penyinaran ini dpat dimaniplasi (dipepanjang atau dipersingkat). Penambahan lama penyinaran dapat dilakukan dengan menggunakan lampu listrik yang spektru cahayanya semirip mungkin dengan cahaya matahari, dimana secara sederhana dapat digunakan gabungan antara cahaya dari lampu pijar dengan lampu fluorescence. Untuk mempersingkat lama penyinaran dapat dilakukan dengan cara menutupi tanaman tersebut dengan kain hitam atau bahan lain yang sulit ditembus cahaya matahari.</p>
<p>DAFTAR PUSTAKA</p>
<p>Guslim,2007. Agroklimatologi,USU Press,Medan<br />
Lakitan,B.1994, Dasar-Dasar Klimatologi. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sanoesi.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sanoesi.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sanoesi.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sanoesi.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sanoesi.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sanoesi.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sanoesi.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sanoesi.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sanoesi.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sanoesi.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sanoesi.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sanoesi.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sanoesi.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sanoesi.wordpress.com/173/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sanoesi.wordpress.com&amp;blog=4887050&amp;post=173&amp;subd=sanoesi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sanoesi.wordpress.com/2009/08/19/respon-tanaman-terhadap-penyinaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/78c16663ba56809b8f7a7fb2494e55aa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sanoesi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
