Profil

Ahmad Sanusi Nasution, dilahirkan di Hutatonga daerah Panyabungan (Madina), Pada Tanggal 11 Februari 1985, Anak Ke 4 dari 10 bersaudara. menempuh pendidikan SD,MTsN,SMU di Panyabungan, S-I Akuntansi di Universitas Al-Azhar Medan. dan S-I Kehutanan di Universitas Sumatera Utara. Saat ini Bekerja di PT. Bank SUMUT Cabang Syariah.
E-Mail dan Facebook : sanusi_eneste@yahoo.com
HP :0852-7681-4343

21 Tanggapan to “Profil”

  1. feriadi isander Desember 24, 2008 pada 9:04 am #

    assalamualaikum,
    tema blog anda ini, apa?
    itu aja dulu,…

    wassalam

  2. sanoesi Desember 24, 2008 pada 10:54 am #

    sebenarnya tema blog saya ini adalah seputar dunia akuntansi dan ilmu-ilmu silvikultur khususnya akuntansi syariah,dan ekonomi islam. info-info lain insyaallah akan saya tampilka disini,wassalam

  3. Treante Desember 26, 2008 pada 12:13 pm #

    Hmm, kalo gitu saya request gimana cara negeri ini keluar dari krisis global–yang bentar lagi menyerang–dengan pandangan syariah Islam.

    wassalam.

  4. heri Desember 27, 2008 pada 10:17 am #

    salam kenal :D

  5. xdie Februari 19, 2009 pada 6:13 am #

    luar biasa truskan perjuangan mu

  6. ami Maret 25, 2009 pada 7:01 am #

    assalam , ,
    kapan nyusul sarjana ke-2 nya bg? (^_~)
    ksih bcoranlh gimana ngatur waktunya ?
    satu kuliah ja masih susah ngatur waktunya
    wassalam, ,

  7. ira Mei 21, 2009 pada 5:01 am #

    lam kenal ya….

  8. desrianta sebayang Juni 4, 2009 pada 1:33 pm #

    tolongin aku dung contoh ta sistem akuntansi penjualan kredit

  9. Dini Agustus 13, 2009 pada 11:19 am #

    Assalamu’alaikum
    hello sama-sama orang utan nih…banyakin aja nulis tentang kehutanan biar aku juga sering mampir kesini hehe…salam kenal

  10. Dadang September 8, 2009 pada 6:12 am #

    Assalamu’alaikum,..pak Sanusi.
    Saya mau tanya ttg Tingkat kekuatan Kayu Sengon ??
    termasuk dalam Kayu Kelas Kuta tingkat berapa ??
    karena saya niat puya usaha produksi papan SKATEBOARD dengan bahan baku Veneer dr Kayu Sengon…

    mohon arahan dr pak Sanusi,..
    Terima Kasih

  11. Dadang September 8, 2009 pada 6:16 am #

    mohon maaf, maksud saya Kayu Sengon termasuk dlm kayu kelas kuat tingkat brp ?

  12. timbul sinurat Oktober 5, 2009 pada 4:02 am #

    pak, bagaimana caranya membuat program penjualan kredit pakai uang muka(dp), dengan jangka waktu tertentu dan pakai jatuh tempo lengkap dengan denda per hari serta kategori macet per bulan?
    pakai program apa?

  13. yogi Januari 15, 2010 pada 10:04 am #

    salam kenal,, senang membaca materi dari blog anda,,,

  14. trisna Januari 22, 2010 pada 4:14 am #

    Assalamu’alaikum
    bang uci……… q mw penelitian tentang lebah juga la..

  15. vina Februari 24, 2010 pada 3:51 am #

    Assalamu’alaikum

    Perkenalkan saya vina. saya sangat tertarik dengan blog anda ini yang mengangkat ekonomi dalam pandangan atau hukum syariat islam. memang, sekarang lebih terbukti bahwa negara2 seperti di singapura telah banyak menggunakan akuntansi islam.

    terima kasih.
    wassalam

  16. Bambang Fernando Maret 18, 2010 pada 2:53 am #

    Assalamu’alaikum Ustad….
    apa beda diserbuki…,terserbuki…,menyerbuki…,penyerbuk…,

  17. dedek wahyuni Agustus 4, 2010 pada 8:35 am #

    assalmualaikum,
    uda kerja dmn bg?

  18. Hendri Gunawan Oktober 15, 2010 pada 2:48 pm #

    tulisan anda sangat bagus buat nambah referensi kita semua nih…salam kenal mas

  19. John Joseph, M.S. Maret 20, 2011 pada 4:08 pm #

    Jawaban untuk Terante, Saya punya pendapat walaupun saya hanya seorang Engineer dispecialist Electronics dari tahun 1960, saya tidak mau melupakan pelajaran ekonomi modern, dari zaman saya masih belum retired sampai sekarang fondasi ekonomi sama saja. Seni dibidang Ekonomi ialahbukan berapa banyak pendapatan anda sebab dari dulu saya tidak pernah berasa cukup mulai dari punya scooter sampai punya mobil masih juga kepingin punya hellikopter ha, asal anda jangan belanjai lebih dari pendapatan anda itu sudah cukup baik jadi anda masih bisa isi tabung, tapi walaupun pendapatan anda 3 Bilion bila anda bawa bejudi di LasVegas bisa homeless besok harinya bila kalah judi, tapi bila anda hanya dapat 10 juta dan anda hanya belanja yang secukupnya dan habis 6 juta itu sudah untung jangan lupa berikan sedekahnya untuk Tuhan YME.
    Yang lebih menarik bagi saya ialah rugi dalam keuntungan, jadi yang mustinya untung 100% tapi hanya dapat untung 6o %, maklum ekonomi yang masih berdosa dalam perdagangan, bukankah langganan anda lebih senang dan bertambah bila anda hanya untung dibawah pedagang yang lain? Yaitu keuntungan dibawah level back ground ( untung dari pedagang tetangga anda, lihat saja pompa bensin yang paling murah selalu penuh kesibukan walaupun untungnya hanya 2 Cent per galon tapi terjual semua tiap hari dan banyak langganan tak terlupakan tempat pomp tsb. tida seperti yang ambil untung 3 atau malahan 5 C pergalon. Itu namanya Lost in profit. Mustinya dapat 4 Cent tapi hanya dapat 2 Cent per galonnya.
    Ada lagi pedagang buah dia jual on sale karena mau jual cepat cepat banyak buah yang sudah hampir busuk jadi banting harga walaupun untungnya tidak lebih dari 100%, sedangkan jaman dahulu untuk menjaga harga tetap tinggi malahan buahnya di buang disungai atau dikeringkan untuk simpanan musim winter.

  20. Muzayyanah (@Muzayyanah5) Januari 27, 2012 pada 6:46 am #

    maksih udh bantu tgs sya,..

    lam knal yuah n follow blog saya klo gk keberatan :)

    http://muzaymuzayyanah.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.