Pengaruh Iklim Terhadap Pembungaan (Fenology) Pakan Lebah Madu Studi Kasus Tanaman Karet (Hevea braziliensis) di Sumatera Utara

Kehutanan merupakan salah satu sektor terpenting yang perlu mendapatkan perhatian khusus, mengingat lebih dari 67% luas daratan Indonesia berupa hutan. Potensi hutan Indonesia yang sangat luas tersebut memberikan manfaat bukan hanya hasil hutan kayu tetapi juga hasil hutan non kayu (HHNK). Salah satu sektor produk hasil hutan non kayu (HHNK) yang menjadi primadona di pasaran nasional maupun internasional adalah perlebahan.
Degradasi hutan karena penebangan maupun kebakaran hutan berdampak negatif terhadap populasi lebah hutan (Apis dorsata),akibatnya produk yang dihasilkan oleh lebah berupa madu, lilin, dan royal jelli juga menurun. Peternakan lebah merupakan alternatif untuk memanfaatkan potensi hutan tersebut. Peternakan lebah juga akan mendukung upaya penanaman sehingga hutan akan terbangun kembali.
Apis mellifera merupakan salah satu jenis lebah ternak yang dikembangkan di hutan yang memiliki pakan homogen. Dibukanya hutan tanaman industri (HTI) dan perkebunan yang tanamannya homogen akan mendukung kegiatan ini. Kegiatan perlebahan juga akan meningkatkan produktivitas tanaman yaitu melalui peningkatan jumlah buah buah dari hasil penyerbukan lebah.
Di luar negeri seperti Australia,Amerika dan negara-negara Eropa, beternak lebah bertujuan membantu petani dalam penyerbukan tanaman pertanian. Banyak perusahaan yang bergerak di bidang jasa budidaya lebah tersebut. Perusahaan tersebut menerima order dari petani, terutama petani tanaman buah-buahan yang bertujuan memproduksi buah dan benih tanaman. Para petani yang mempunyai tanaman siap berbunga dapat memesan lebah untuk membantu penyerbukan tanamannya. Sebagai imbalannya, petani tersebut harus membayar jasa dengan tarif yang sudah ditentukan kepada peternak lebah. Perusahaan lebah serbuk, selain memperoleh pendapatan dari jasa penyerbukan, juga memperoleh madu sebagai pendapatan tambahan (Ashari,2004).
Tujuan beternak lebah di Indonesia pada saat ini terutama memperoleh madu. Oleh karena itu, peternak lebah selalu menggembalakan lebahnya pada areal tanaman yang sedang berbunga, kemudian, apabila masa pembungaan telah usai, ladang penggembalaan harus dipindahkan ke tempat yang lainnya. Penggembalaan lebah bertujuan agar lebah dapat memperoleh pakan dalam jumlah yang cukup berupa tepung sari dan nektar (Ashari,2004).
Jenis-jenis tanaman penghasil pakan lebah yang meliputi tanaman buah-buahan,sayur-sayuran, tanaman hias, tanaman pangan dan tanaman perkebunan. Salah satu jenis tanaman perkebunan yang potensial saat ini terutama di daerah Sumatera Utara adalah karet.Meskipun hampir semua potensi hutan dan perkebunan dapat dimanfaatkan untuk lokasi pemeliharaan lebah madu, namun ada beberapa daerah tertentu yang cukup potensial dan memenuhi persyaratan untuk menghasilkan madu yang baik, lokasi tersebut terutama di wilayah perkebunan (Werdiningsih,2003).
Kita tahu bahwa setiap tanaman mempunyai musim berbunga yang berlainan, maka para peternak lebah harus memahami musim-musim yang tepat bila bermaksud untuk memelihara lebah madu.adakalanya tanaman pakan lebah tidak sedang berbunga atau tidak tersedia pakan di lapangan dalam jumlah yang cukup, sehingga koloni lebah kekurangan pakan, kondisi inilah yang disebut dengan masa paceklik.
Tanaman pakan yang ideal adalah tanaman yang dapat menghasilkan pollen dan nektar dalam jumlah yang cukup banyak dan tersedia secara terus menerus sepanjang tahun. Akan tetapi keadaan yang ideal inilah yang sulit dipenuhi, terutama dikarenakan tanaman-tanaman yang berpotensi besar untuk menghasilkan pollen dan nektar ketersediannya sangat dipengaruhi oleh musim.
Jadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam usaha pengembangan lebah madu adalah mengetahui musim-musim berbunga dari jenis tanaman yang menjadi pakan lebah madu, untuk itu perlu inventarisasi data pembungaan tanaman pakan lebah madu tersebut. Karena potensi perkebunan karet yang cukup luas di Sumatera Utara, maka penulis tertarik untuk meneliti “Pengaruh Iklim Terhadap Pembungaan Pakan Lebah Madu, Studi Kasus Tanaman Karet”

About these ads

13 pemikiran pada “Pengaruh Iklim Terhadap Pembungaan (Fenology) Pakan Lebah Madu Studi Kasus Tanaman Karet (Hevea braziliensis) di Sumatera Utara

  1. sudahkah anda melakukan penelitian tersebut? apa yang dapat anda simpulkan? kebetulan saya juga sedang meneliti makhluk tersebut, hehe.. tapi ada sedikit kendala dalam identifikasi jenis tanaman yang dikunjungi lebah itu. can you help me?

    • kebetulan, penelitian ini sedang berlangsung, mulai awal februari 2009 s/d maret 2008 masih kita jumpai pembungaannya, khusus kabupaten deli serdang,kodya medan, binjai dan langkat. untuk identifikasi tanaman pakan lebah madu bisa kita lihat dari ada tidaknya nektar dan pollen pada tanaman tsb. khusus tanaman karet, lebah biasanya mengunjungi bunganya pada pagi hari.dan sore hari ada juga, tetapi dalam jumlah yang sedikit.

      • Lebah mendapatkan pakan dari karet bukan dari nektar bunga (floral nektar) akan tetapi dari daun2 muda (extra–floral nectar)

  2. saya supardi, tinggal di stabat kab. langkat sumut, gmana sih cara berternak lebah, kasi tau dong caranya dan bagaimana saya bisa mendapatkan bibitnya atw rajanya

    • InsyaAllah bulan april besok ada pelatihan lebah madu di kabupaten langkat, untuk masalah bagaimana beternak lebah dan memeperoleh bibitnya anda bisa hubungi pak sutrisno (pusat pelatihan lebah madu waras asih merupakan bagian dari asosiasi perlebahan sumut) di no hp 081375766351, wassalam

  3. Ada gak literaturnya terkait kesesuaian lebah dengan unsur unsur iklim (curah hujan,angin,suhu,kelembaban,penyinaran matahari )?tksh

  4. fenology memang faktor penting yg harus diperhatikan bagi usaha perlebahan..perlu banyak informasi lagi terkait dengan fenology untuk pakan lebah

  5. Iklim memang sangat berpengaruh terhadap pembungaan suatu tanaman. Oleh karena itu juga akan berpengaruh terhadap tersedianya pakan lebah. Sayangnya dalam hal pohon karet, yang memang menjadi sumber pakan lebah, yang diambil bukanlah nektar yang berasal dari bunga (floral nectar), akan tetapi dari daun2 muda (extra-floral nectar). Oleh karena itu, kalau penelitian ini belum selesai sebaiknya di arahkan kepada pembentukan daun muda.

    Selamat mencoba
    Salam,
    Soes, pensiunan peneliti perlebahan.

  6. sayab mau melakukan budidaya lebah apis melifera supaya memperoleh madu yang optimal,karna selama ini saya beternak lebah lokal apis cerana tetapi tidak memperoleh madu yg lumayan banyak dan bayak juga yg hidrah,kadang saya memperoleh madu 0,3-0,5 per stup,jika saya pelihara melifera (import) apakah saya harus pelihara tanaman pakan kaliandra?

    • bisa juga pelihara kaliandra, tetapi saya rasa bukan hanya kaliandara saja, soalnya kesesuaian iklim,kecukupan pakan (beragam tanaman) juga menjadi faktor utama dalam budidaya lebah madu. trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s